Oleh: atrasku | Agustus 27, 2008

Jelang Ramadhan : Menjaga Lisan

Bulu Angsa

Pada abad ke sebelas ketika itu Bao Zheng seorang hakim yang dikenal
adil dan bijaksana pada jaman Dinasti Song Utara sedang menangani
sebuah kasus fitnah yang dilakukan oleh seorang warga kota Kaifeng di
Provinsi Henan karena persaingan usaha. Pria separuh baya itu telah
terbukti menyebarkan kata-kata fitnah yang sangat merugikan pengusaha
lainnya.

Didalam persidangan Hakim Bao menjatuhkan hukuman denda sebesar
seratus tael perak dan jika tak sanggup membayar maka sebagai gantinya
harus mendekam di penjara selama satu tahun.

Pria terdakwa itu menangis tersedu-sedu mohon ampun seraya meminta
keringanan hukuman.
“Baiklah” kata Hakim Bao “Kamu akan mendapatkan keringanan hukuman
namun ada syarat yang harus kamu lakukan.”
“Apa itu yang mulia?” Tanya pria itu penuh harap.
Hakim Bao meminta para pengawal untuk membawa pria itu ke sebuah
dataran diatas sebuah bukit dimana angin berhembus dingin dan kencang.
Kemudian salah satu pengawal mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi
segenggam bulu angsa.
“Bulu-bulu angsa ini akan disebarkan dan tugas kamu adalah
mengumpulkan sebanyak-banyaknya bulu-bulu angsa itu, setiap helai bulu
angsa bernilai satu tael perak.

Saat kantung dibuka, maka bulu-bulu angsa itu langsung beterbangan
tinggi disapu angin yang bertiup sangat kencang. Pria itu bergegas
berlari kesana kemari berusaha menangkap bulu-bulu angsa itu.

Alhasil setelah beberapa jam, pria itu hanya memegang dua helai bulu
angsa ditangannya. Dengan lunglai pria itu pun menerima keputusan
hukuman yang telah dijatuhkan oleh Hakim Bao.

“Bulu-bulu angsa itu ibarat kata-kata yang telah kau ucapkan, seperti
halnya bulu-bulu angsa yang beterbangan dan sungguh tidak mudah untuk
ditangkap kembali, sama dengan kata-kata yang terlanjur kau keluarkan
dari mulutmu, sungguh sulit untuk menariknya kembali” kata Hakim Bao
“Lain kali berhati-hatilah dalam berucap” kata Hakim Bao menutup
persidangan.



Responses

  1. terima kasih ya untuk bekal ramadhan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: